Mentawai, Kabarkita.net – Sebuah berita duka datang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebuah perahu penyeberangan berukuran 12 meter dengan mesin 40 PK terbalik di perairan Selat Sipora.
Sebanyak 7 orang berhasil selamat. Sedangkan 11 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan, termasuk salah seorang anggota DPRD Mentawai.
Insiden memilukan ini terjadi saat cuaca di perairan Mentawai tengah tidak bersahabat. Kapal penyeberangan tersebut diduga diterjang badai dan angin kencang saat melintas di Selat Sipora.
Posisi kapal terakhir yang diketahui berada di koordinat 2°27’20.26″S 99°56’23.32″E, atau sekitar 32,7 nautical mile dari Dermaga Tuapejat, dengan heading 140°.
Longboat itu diketahui membawa rombongan dari sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, termasuk satu anggota DPRD aktif, Isar Taileleu. Mereka hendak melakukan perjalanan dinas ketika musibah terjadi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, menyampaikan bahwa operasi pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengerahkan seluruh upaya maksimal untuk menemukan para korban.
“Kami fokus pada pencarian di sekitar lokasi perkiraan kejadian, dengan tetap mengedepankan keselamatan tim dan koordinasi dengan potensi SAR lainnya,” ujarnya.
Menurut Rudi, operasi SAR dilakukan menggunakan dua armada utama, yaitu Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 dan Kapal Negara (KN) SAR Ramawijaya.
“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak cepat. Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan, mudah-mudahan dalam kondisi selamat,” ucapnya.
Sebanyak 11 orang hingga kini masih dinyatakan dalam status Dalam Pencarian (DP). Di antara mereka terdapat nama-nama dari kalangan ASN, anggota legislatif, hingga anak-anak. Berikut daftarnya:
– Simbeksin (BKPSDM)
– Kevin – Keponakan Simbeksin
– Viktor (DPKP)
– Wike (DPKP)
– Sudarmono (PUPR)
– Adolf Sakerebau
– Isar (Anggota DPRD Mentawai)
– Tesa – Putri Isar
– Roroi
– Seorang anak perempuan yang identitasnya belum diketahui
– Guntur Saleleubaja (DPKP)
Kehadiran anak-anak dalam rombongan ini menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan mengapa dalam perjalanan dinas yang melibatkan laut, turut serta pula anak-anak yang seharusnya tidak berada dalam agenda formal seperti itu. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut dari pihak pemerintah daerah.
Sementara itu, tujuh orang berhasil menyelamatkan diri atau diselamatkan oleh tim evakuasi. Mereka adalah:
– Peter Son – Operator boat
– Marlon Saragi (DPKP)
– Nensyah Niningtias (DPKP)
– Emilia Contesa (DPKP)
– Marhan Saleleubaja (DPKP)
– Gunawan Toroi – Seorang kontraktor
– Seorang operator boat lainnya yang identitasnya masih belum diketahui
Para korban selamat saat ini telah dievakuasi ke Tuapejat untuk mendapatkan perawatan medis dan trauma healing dari tim kesehatan setempat. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi syok berat akibat insiden yang mereka alami.
Tragedi ini menjadi pukulan telak bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sejumlah keluarga korban tampak terus menunggu kabar di posko pencarian. Harapan agar orang-orang tercinta segera ditemukan masih membara, meski waktu terus berjalan.
“Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mempercepat proses pencarian. Kami mendoakan semoga semua korban dapat ditemukan,” ucap salah seorang pejabat Pemkab Mentawai yang enggan disebutkan namanya.
Upaya pencarian dilaporkan akan dilanjutkan tanpa batas waktu hingga semua korban ditemukan. Tim SAR bekerja dalam kondisi medan laut yang cukup menantang, dengan gelombang tinggi dan jarak tempuh yang cukup jauh dari daratan utama.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya aspek keselamatan dalam perjalanan laut, khususnya di wilayah-wilayah kepulauan seperti Mentawai yang sangat mengandalkan transportasi air.(*)